Monday, December 17, 2012

Andik Alihkan Diesel Berbahan Bakar LPG


Andik Alihkan Diesel Berbahan Bakar LPG
 
Minggu, 13 Mei 2012 17:25:44 WIB
Reporter : Tulus Adarrma


Bojonegoro (beritajatim.com) - Memandang jauh batas penglihatan mata, di Desa Simorejo Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro hanya terlihat hijau tanaman padi yang sudah berusia sekitar 60 hari. Hal itu menunjukan sebagian besar penduduk desa sekitar bekerja sebagai petani. Memang, sebagian besar warga Desa Simorejo yang berjarak sekitar 35 km dari batas kota, bekerja sebagai petani.
Untuk menghasilkan hasil panen yang lebih banyak dengan kualitas yang bagus, warga mengaliri tanaman mereka dari air Bendung Cawak yang berada di sekitar desa setempat. Karena sawah didesa itu termasuk jenis tadah hujan, sehingga jika tidak musim penghujan kondisi tanah kering.
Sebagian besar petani harus merogok saku lebih untuk mengaliri sawah mereka, karena harus membelikan premium sebagai bahan bakar diesel yang digunakan mengaliri sawah. Dari situ, salah satu pemilik bengkel Desa Simorejo berhasil menciptakan sebuah karya agar lebih irit.
Andik Hariyanto (30), pria yang hanya lulusan SMP di Kalianyar itu berhasil membuat terobosan kreatif yakni dengan Diesel yang berkekuatan 6,5PK berbahan bakar premium (bensin, red), dialihkan ke bahan bakar gas LPG. Karyanya tersebut disambut gembira bagi petani setempat. Bagaimana tidak, karena lebih banyak memiliki keunggulan dibanding menggunakan bahan bakar premium.
Andik kepada beritajatim.com menceritakan, penemuan itu ketika dirinya harus dituntut kebutuhan ekonomi yang semakin mahal dan sulitnya mencari bahan bakar yang terdekat, karena kondisi lingkungan yang masih jauh dari perkotaan. Bapak tiga anak yang sehari-harinya bekerja sebagai mekanik ini sering melihat tayangan di televisi terkait penggantian bahan bakar diesel dengan LPG. Ia pun berinisiatif untuk membuatnya.
Untuk mengganti bahan bakar diesel bensin ke gas LPG menurutnya tidak terlalu sulit, hanya dengan mengganti saringan filter udara yang ada di mesin tersebut dan menambahkan Spuyer. Ia memodifikasi diesel yang sudah bobrok, dengan menambahkan tabung spuyer milik kendaraan roda empat yang berfungsi untuk mengatur pembakaran, dan menambahkan filter yang dibikinnya sendiri dari lempengan kuningan dengan diberikan lubang-lubang kecil.
"Fungsinya agar api pembakaran itu tidak balik lagi, sehingga bisa menggerakan torak (seker, red)," katanya, Minggu (13/05/2012).
Dari situ, gas dari tabung LPG diatur oleh spuyer, kemudian disalurkan ke karburator, untuk proses injeksi. Kebalikanya, jika menggunakan bahan bakar LPG, mesin diesel semakin lama maka akan semakin dingin. "Asapnya juga tidak ada, karena berbahan bakar gas," jelasnya.
Warga yang menggunakan hasil penemuannya itu juga tidak perlu takut meledak, karena gas LPG tersebut dipakai di tempat terbuka, sehingga kemungkinan akan bocor dan meledak sangat kecil. "Karena tertiup angin gas langsung hilang," katanya sambil menyakinkan.
Melihat yang dihasilkan mesin tersebut, warga sekitarpun tertarik untuk menggantikan mesin dieselnya dengan bahan bakar LPG. Saat ini, sudah sekitar 20 petani yang meminta untuk dimodifikasikan mesin dieselnya. Hasilnya pun dibilang cukup meringankan biaya petani dalam mengaliri persawahannya. Karena memang di daerah tersebut susah mendapatkan air dari irigasi.
Madra;i (40), salah satu petani desa setempat yang juga meminta untuk dibuatkan mesin diesel berbahan bakar gas LPG, mengaku sangat diuntungkan dengan penemuan tersebut. Dua tabung gas LPG bisa mengaliri sawah sebanyak 1 hektar (ha), jika dibandingkan dengan premium, 40 liter untuk 1ha. Selain itu, warga berharap ada perhatian dari pemerintah terkait pengembangan mesin diesel yang menggunakan bahan bagar LPG ini.
Karena di Bojonegoro, banyak para petani lain yang menggunakan diesel untuk mengaliri persawahanya. Saat ini, di Kecamatan Kepoh baru sendiri sedikitnya sudah delapan desa yang menggunakan diesel LPG tersebut, diantaranya, Desa Ngujung, Prambon, Krangkong, Krangak, Nglumber, Temu, Simorejodan Bulu.
"Kualitas penyedotan air yang dihasilkan diesel berbahan bakar gas LPG ini tidak beda dengan premium, malah bagus pakai gas, karena mesin stabil," pungkasnya. [uuk/kun]
Post a Comment